
WANITA diciptakan untuk mendampingi kaum pria. Kodratnya wanita dilahirkan banyak memiliki kelebihan-kelebihan dibanding kaum pria. Kelebihan-kelebihan yang telah di anugerahkan selayaknya dapat dipergunakan untuk membangun diri sendiri menjadi manusia yang lebih baik. Potensi yang dimiliki kaum wanita dapat digali asalkan dengan kemauan yang keras dengan tetap menjaga harkat dan martabat dirinya.
Seperti banyak orang bijak katakan, "Hidup adalah Pilihan". Jalan mana yang akan dipilih, mau berubah menjadi baik atau sebaliknya menuju ke tempat terhina.
Walaupun pada akhirnya sebagian banyak wanita akan menjadi seorang Istri, tetapi hidupnya selalu dihadapkan pada 'Persimpangan Jalan'. Persimpangan untuk memilih baik dan buruk.
Menjadi istri yang baik memprioritaskan suami dan menjaga anak2. Dengan rela dan ikhlas mengorbankan keinginan diri sendiri. Perlu diyakini bahwa pengorbanan istri yang baik, akan mendapatkan balasan yang baik pula dari Allah SWT.
Peran suami menjadi sosok yang dominan untuk merubah dan membentuk istri menjadi pribadi yang berbeda. Istri dituntut untuk memahami, menuruti apa yang diinginkan. Suami menjadi nahkoda kapal rumah tangga untuk mengarungi bahtera kehidupan. Persimpangan jalan kerap kali kita hadapkan.
Seorang Istri semestinya turut memberikan pendapatnya dalam memecahkan berbagai masalah. Mampukah kita menjadi penengah dan penasehat dengan pikiran yang terkadang berbeda dengan kaum pria. Komunikasi rumah tangga yang baik teramat penting untuk bisa menyelesaikan persimpangan jalan.



0 komentar:
Poskan Komentar