PEREMPUAN HANURA SIAP membulatkan tekad dan berjuang keras demi Martabat kaum Perempuan. ~~~~ INFO HANURA KABUPATEN TANGERANG Silahkan kunjungi web kami setiap Minggu //hanurakarawaci.blogspot.com. ~ ~
BREAKING NEWS
Loading...

Rabu, 23 Juli 2008

Peran Politik Perempuan

Ati Marwati
Bacaleg DPRD Tingkat II, Kabupaten Tangerang. dari Partai Hanura
Dapil Zona 4 : Kec. Curug, Kelapa Dua, Legok, Panongan dan Cikupa

PERAN POLITIK PEREMPUAN

Banyak di Negara maju, Perempuan menempati posisi puncak di berbagai jabatan eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Begitu banyaknya perempuan maju yang tanpa kenal lelah menunjukkan bahwa perempuan mempunyai kedudukan yang sama dengan laki-laki.

Di Indonesia, menurut Ahmad-Norma Permata peneliti dari Universitas Münster, Jerman, patut disayangkan jumlah keterwakilan perempuan di panggung politik masih terlalu minim.

Bayangkan, separuh lebih penduduk Indonesia adalah perempuan. Namun keterwakilan mereka di parlemen hanya sekitar 12 persen saja. Padahal sejak zaman kolonial, banyak perempuan yang telah aktif terjun ke dunia politik. Setelah kemerdekaan, jumlah mereka berkurang. Memang ada sedikit peningkatan di masa Orde Baru, namun kebijakan politik Orde Baru menyebabkan peran perempuan saat itu hanya sebagai pelengkap bagi laki-laki. Misalnya organisasi yang dibangun seperti Darma Wanita atau aktivitas Pendidikan Ketrampilan Keluarga PKK.

Di masa reformasi, kuota perempuan untuk calon anggota legislatif ditetapkan hingga 30 persen. Namun bukan berarti tak ada kendala bagi perempuan bergerak di politik. Pertama, dominasi partai-partai besar lama yang tak memberi tempat bagi pendatang baru di bidang politik. Kedua pengaruh kebijakan Orde Baru yang memarjinalkan perempuan menyebabkan langkanya perempuan yang terjun di dunia politik. Yang ketiga, menurut Ahmad-Norma, semakin tumbuhnya gerakan-gerakan Islam radikal fundamentalis konservatif di Indonesia yang mempropagandakan sikap anti perempuan dan membikin kesenjangan antara laki-laki dan perempuan

Ummul mu'min Siti Aisyah, istri baginda Rasul Allah, Muhammad SAW. juga salah seorang wanita yang terjun ke dunia politik praktis. Saat itu banyak terjadi perselisihan diantara suku-suku bangsa Arab sepeninggalan Nabi Muhammad SAW. Siti Aisyah wanita yang selalu dimintakan pendapatnya dalam memecahkan berbagai masalah-masalah tersebut. Dari tauladan itu, mampukah kita mengikuti jejak beliau menjadi penengah dan pengambil kebijakan bagi kemaslahatan bersama yang didominasi kaum pria

Hati Nurani dan perasaan kita kaum wanita lebih tajam dan lebih halus. Sehingga seringkali gusar melihat intrik-intrik dan politik kotor. Kondisi bangsa dan rakyatnya yang kian memprihatinkan, sementara banyak politikus yang berlomba-lomba mencari kekayaan dengan cara instan. Berkolusi dan Manipulasi menjadi hal yang biasa

Dalam keadaan ini, apakah kita hanya berdiam diri ? Sedih rasanya kalau kita tidak terusik sedikitpun untuk merubah kondisi yang semakin memprihatinkan ini

Mampukah perempuan berperan dalam merubah kehidupan kaum kita ? Tentu dengan kekuatan dan kelebihan yang telah Allah SWT Anugerahkan kepada kita, dan dukungan kekuatan kaum perempuan untuk mempercayakan kepada wakil-wakilnya dari kaumnya sendiri. Bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar, adil dan makmur, yang menghargai martabat kaum perempuan

Berpolitik adalah suatu pilihan baik, pilihan yang tentu penuh resiko. Ada banyak hal yang harus kita korbankan. Tetapi yakinlah Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Maha Mengetahui apa sebenarnya yang ada dalam hati nurani kita kaum perempuan

Perempuan lah yang membela hak-hak kaum perempuan

Wassalam
Ati Marwati

0 komentar: